Musik

Band yang pernah merajai belantika musik Indonesia

Sebagai pecinta musik, disini saya ingin membahas beberapa band, yang bisa dibilang sudah jarang didengar ditelinga penikmat musik saat ini atau bahkan menghilang. Mungkin beberapa dari kalian setuju apabila berbicara trend musik saat ini, masih didominasi oleh band ber-aliran pop, melayu  dan yang paling baru adalah Boyband (k-pop) yang saat ini sedang menjadi trend di kalangan anak remaja. Untuk band aliran melayu dan pop mungkin sudah agak tergeser oleh fenomena k-pop atu boyband yang begitu cepat beradaptasi dikalangan remaja saat ini.

oke, Disini kita akan kembali (flashback) ke era-90 sampai 00, dimana saat itu blantika musik kita masih didominasi oleh band-band aliran pop, rock, altrnativ dll. Ini adalah daftar beberapa band yang saat itu merajai belantika musik kita.

era-90 an :

1. Gigi

Grup Band Gigi resmi dibentuk pada tanggal 22 Maret 1994. Pada awalnya Grup Band ini terdiri atas Armand Maulana (vokalis), Thomas Ramdan (bassis), Dewa Budjana (gitaris), Ronald Fristianto (drummer)”EVO Band” , dan Baron Arafat “Baron Soulmate” (gitaris). Nama “Gigi” sendiri muncul setelah para personelnya tertawa lebar mengomentari nama “Orang Utan” yang nyaris dijadikan nama band ini. Dengan latar belakang musik yang beda-beda, mereka menggabungkannya ke dalam satu musik yang menjadi ciri khas Gigi. Album perdana yang bertema “Angan” dilempar ke pasaran dengan dukungan dari Union Artist/Musica.

2. Base Jam

Base Jam adalah grup band anak muda yang terbentuk pada 15 Januari 1994. Formasi Personel mereka semula terdiri atas Adon Saptowo (Vokal), Sigit Wardana (Vokal), Christopher Bollemeyer (Gitar), Ardi “Aris” Isnandar (Gitar), Bambah “BS” Sutanto (Drum), Intan “Anya” Putri Werdiniadi (Keyboard) dan Ardhini “Sita” Citrasari (Bass).

Berawal dari kumpul-kumpul dan nge-jam, kemudian membentuk grup band ini, sekaligus membuat nama Base Jam. Ayah Sita yang kebetulan mengenal Harry Sabar kemudian mengantarkan mereka ‘belajar’ padanya.

Base Jam pertamakali teken kontrak dengan PT. Musica Studios, dan merilis album pertama, Bermimpi dan album kedua Rindu.

3. Dewa 19

Dewa 19 adalah sebuah grup musik yang dibentuk pada tahun 1986 di Surabaya, Indonesia. Grup ini telah beberapa kali mengalami pergantian personel dan formasi terakhirnya sebelum dibubarkan pada tahun 2011 adalah Ahmad Dhani (kibor), Andra Junaidi (gitar), Once Mekel (vokal), Yuke Sampurna (bass) dan Agung Yudha (drum). Setelah merajai panggung-panggung festival di akhir era 1980-an, Dewa 19 kemudian hijrah ke Jakarta dan merilis album pertamanya pada tahun 1992 di bawah label Team Records.

Grup ini telah meraih kesuksesan sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an melalui serangkaian lagu-lagu bergenre rock dan pop. Album yang mereka rilis nyaris selalu mendapat sambutan bagus di pasaran, bahkan album mereka yang dirilis tahun 2000, Bintang Lima, merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping.

4. Java Jive

Java Jive adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat dengan digawangi oleh Capung, Noey, Tony, Edwin, Fatur, dan Danny. Grup band ini dibentuk pada tahun 1993.

Awalnya, grup band asal Bandung ini dibentuk pada tahun 1989 oleh oleh sekelompok anak muda yang duduk di bangku SMA Negeri 2 Bandung. Edwin Saleh (dram) dan Noey (bas) sepakat membentuk grup band dengan nama Java Jive yang diambil dari salah satu judul lagu kelompok vokal Manhattan Transfer. Setelah beberapa lama mencoba, Java Jive pun membentuk formasi lengkap dengan masuknya Micko (gitar), Tony (kibor), Fatur (perkusi/vokal), Danny (vokal) dan Neta (vokal). Sayang, pada tahun 1991, Neta, satu-satunya perempuan dalam Java Jive keluar, diikuti oleh Micko yang akhirnya bergabung dengan Protonema. Posisi Micko pun diganti oleh Capung.

Formasi inilah yang akhirnya membawa Java Jive mendapat kontrak pertama dari Musica Studio’s pada tahun 1993, dan solid hingga sekarang. Lagu “Kau Yang Terindah” dari album pertama mereka langsung melejitkan nama Java Jive.
5. Jamrud

Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun1989 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock. Jamrud sejak terbentuknya didepani oleh ‘Azis’ Mangasi Siagian (gitar) dan ‘Ricky’ Teddy (bass) serta dikenal sebagai grup musik yang sukses mengusung musik cadas sebagai musik populer di Indonesia pada tahun ’90-an.

6. Edane

Nama EdanE berasal dari singkatan nama Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh, yang akhirnya menjadi E dan E. Saat terbentuk tahun 1991, EdanE terdiri atas Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vikal), Iwan Xaverius (bass), dan Fajar Satritama (drum).

Setelah ikut bersama EdanE dalam merilis album pertama, “The Beast” (1992), Ecky sebagai vokalis meninggalkan EdanE, namun EdanE tak berganti nama. Heri Batara (Ucok) masuk untuk menggantikan Ecky, Heri Batara menjadi vokalis utama dalam dua album Edane, “Jabrik” dan “Borneo” – namun dalam pengerjaan album “Borneo” Heri Batara sempat sakit dan digantikan oleh “Fatah Mardiko” untuk beberapa lagu dalam album tersebut. Setelah dua album tersebut,posisi Heri Batara diambil alih oleh Trison Manurung, mantan vokalis Band Roxx.

7. Naif

Naif adalah grup musik Indonesia pop yang terbentuk pada tanggal 22 Oktober 1995 di Jakarta dan terdiri dari “David” Bayu Danang Jaya (vokal), Mohammad “Emil” Amil Hussein (bass, kibor, vokal), Fajar “Jarwo” Endra Taruna / Mr. J (gitar, vokal), Franki “Pepeng” Indrasmoro Sumbodo (drum, perkusi, vokal).

Suatu saat di tahun 1996 Naif mendapat kabar dari seorang teman bahwa sebuah perusahaan rekaman berlabel Bulletin (PT. Indo Semar Sakti) berencana akan merilis sebuah album kompilasi. Karena tertarik atas proyek tersebut maka mereka menawarkan demo kaset yang telah mereka buat sebelumnya kepada perusahaan rekaman tersebut. Tanpa diduga ternyata sang produser tak memasukkan Naif dalam proyek kompilasi tersebut, tapi justru berniat membuatkan album rekaman sendiri untuk Naif. Tentu saja hal itu disambut hangat oleh Naif, dan setelah melalui berbagai prosedur tertentu Naif akhirnya masuk dapur rekaman dan berhasil menelurkan debut album Naif dengan Mobil Balap sebagai tembang jagoannya.

era 2000-an

1. Clubeighties

Clubeighties adalah sebuah grup musik Indonesia. Band ini didirikan oleh lima alumni IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dengan mengusung jenis musik pop dengan nuansa tahun 1980an. Clubeighties dibentuk dan beranggotakan Lembu Wiworo Jati pada vokal, Vincent Ryan Rompies di bas, Cliffton Jesse Rompies di gitar, Sukma Perdana Manaf aka Ytonk di kibor, dan Deddy Mahendra Desta di drum. Setelah mengeluarkan album terbaru 80 Kembali, Vincent dan Desta mengumumkan pengunduran diri dari Clubeighties dan membentuk grup band baru bernama The Cash.[1]  Kekuatan band ini, selain dari musik yang mereka usung lain dari pasar musik Indonesia, Clubeighties juga terkenal dengan penampilan panggungnya yang menggunakan pakaian dari era tahun 1980an.

2. Padi

Padi adalah salah satu kelompok musik (band) dari Indonesia. Personil Padi terdiri dari Ari (gitar), Fadly (vokal), Yoyo (drum), Rindra (bas), dan Piyu (gitar). Kelompok ini memulai debut mereka di dunia musik Indonesia di penghujung tahun 1990-an melalui single “Sobat” dalam album kompilasi indie ten dan dianggap membawa warna baru dalam dunia musik Indonesia. Jalur musik yang dipilih adalah pop-rock.

3. Sheila On 7

Sheila on 7 adalah salah satu grup musik Indonesia yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.

4. Jikustik

Jikustik adalah grup musik Indonesia yang terbentuk tanggal 26 Februari 1996 di Yogyakarta yang formasi awalnya adalah: Pongki Barata (vokal, gitar), Icha (bass, vokal), Dadi (gitar, vokal), Adhit (keyboard) dan Carlo (drum).

Pada bulan Februari 1996, sekumpulan anak muda sepakat mendirikan G-Coustic. Huruf ‘G’ berasal dari nama Geronimo FM, sebuah radio di Jogja, yang berperan dalam berdirinya Jikustik. Sedangkan Coustic berasal dari kata acoustic. Geronimo FM memiliki sebuah program radio yang mendukung band-band independen untuk memperdengarkan karya mereka pada khalayak ramai, G-indie. Dari situlah dua lagu berjudul “Berdua Lagi” dan “Seribu Tahun Lamanya” mulai dikenal khalayak Jogja.

5. Cokelat

Cokelat adalah nama Grup musik asal Bandung, Indonesia. Grup musik ini memilih nama “Cokelat” karena mereka ingin musik yang mereka suguhkan bisa dinikmati oleh semua kalangan, seperti halnya makanan cokelat.  Cokelat berdiri pada tanggal 25 Juni 1996, dan sampai saat ini masih aktif dalam mewarnai panggung blantika musik Indonesia.  Setelah vokalis pertama Kikan berpisah dengan Cokelat, Cokelat mengumumkan personel barunya yaitu Sarah Hadju, finalis Indonesian Idol Musim Keempat.  Pada tanggal 19 Desember 2011, Sang vokalis Siti Sabariah Hadju alias Sarah Hadju resmi mengundurkan diri dari grup band ini dikarenakan ketidak cocokan Sarah dengan band ini. Band ini telah memiliki vokalis baru sebagai pengganti Sarah, yaitu Jackline Rossy alisan Jackline.

6. Peterpan

Peterpan adalah sebuah band dari Bandung, Indonesia. Band ini dibentuk pada tahun 2000 dan terkenal berkat lagu-lagunya “Ada Apa Denganmu”, “Topeng”, dan “Kukatakan Dengan Indah”. Pada awalnya kelompok Peterpan terdiri dari Ariel, Uki, Lukman, Reza, Andika, dan Indra. Namun di bulan November 2006, dua anggotanya, Andika dan Indra dipecat dari grup musik tersebut. Perpecahan ini dipicu adanya perbedaan prinsip kreativitas.

Perjalanan profesional Peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O’Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Coldplay, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Noey, basis Java Jive yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, “Sahabat”, “Mimpi Yang Sempurna”, dan “Taman Langit”, terpilih lagu “Mimpi Yang Sempurna” untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.

7. Radja

Radja adalah nama sebuah grup band asal Banjarmasin, Indonesia yang berdiri pada tanggal 17 Maret 2001 yang saat itu terdiri dari Ian Kasela (vokalis) , Moldy (gitaris), Shuma (bassist), dan Adit (drummer). Mereka menggunakan nama radja dengan harapan bahwa suatu hari nanti, grup mereka akan menjadi Raja di kalangan musisi tanah air.

Akhir 2004, radja bergabung dengan label EMI, dan membuat repackage dari album kedua mereka, yang diberi nama Langkah Baru. Album ini membawa radja meraih Multi Platinum Award untuk penjualan kaset di atas 500.000 copy yaitu 1,3 juta copy (termasuk 10 album terlaris di Indonesia). Mereka bahkan sempat tampil di negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Pada 2010, Indra dan Seno memutuskan keluar karena mereka membuat band baru bernama Audio Jet

nah, sekian dulu postingan kali ini, semoga dapat mengingatkan memori kalian akan masa yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s